Sabtu, 15 Oktober 2011

sedot pulsa & sedot uang negara


Info dari negri temen :
Yang jadi berita media massa akhir-akhir ini ialah : sedot pulsa....
Tapi  pesan sayeu, berita yang lainnya jangan dilupakan yaw...."sedot uang negareu"..heuheu..  ( chepots )

Senin, 10 Oktober 2011

Cadangan devisa

 (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Cadangan devisa (Bahasa Inggris: foreign exchange reserves) adalah simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dolar, euro, atau yen, dan digunakan untuk menjamin kewajibannya, yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah atau lembaga keuangan.

       

Jumat, 07 Oktober 2011

"lupa tuh" . . .

Sewaktu show.., aku sempat lupa dialog. Itu wajar saja kan…pemusik juga bisa "lupa syair ingat kuncinya" (pemusik negri tetangga..).
Menurut info teman , di negrinya ada “obat sakit kepala” yang bisa membuat “lupa tuh” pusingnya. Tapi aneh banyak pejabatnya yang lagi tersandung kasus…bisa “lupa tuh” kasusnya. Jangan jangan pengaruh obat itu kali ya. Sesuatu banget..heuheu…

Rabu, 05 Oktober 2011

Kebijakan fiskal

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
  • Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
  • Pola persebaran sumber daya
  • Distribusi pendapatan

Kebijakan moneter

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan
eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. [1]